Pengertian
Repository adalah sekumpulan atau penyimpanan paket-paket aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi yang digunakan untuk menunjang kinerja dari sebuah aplikasi, program, dan sebagainya yang didapatkan dari Server Mirror website paket-paket tersebut dapat diakses melalui internet maupun DVD. Daftar Repository debian 10 di Indonesia sebagai BERIKUTApa itu mirror? Miror adalah suatu duplikat dari suatu situs yang ditempatkan pada server yang berbeda dengan server aslinya. Fungsi mirror site ini, adalah untuk mengurangi lalu lintas data pada suatu situs.
Contohnya jika kita mendownload sebuah file atau aplikasi yang servernya berada di luar negeri, tentu akan sangat lama dalam mendownloadnya bukan? Oleh karena itu, dibuatlah sebuah mirror situs yang berada dalam negeri.Jadi semakin dekatlah kita berlalu lintas dalam situs luar negeri (contoh: FB) dan pastinya lebih cepat juga dalam mendownload, upload dsb.
Terdapat 2 cara dalam menambahkan repository yaitu :
1. Menggunakan DVD
Dalam menggunakan DVD kita tidak perlu tersambung ke Internet, karena semua kumpulan paket- paket aplikasi terdapat di dalam DVD. Akan tetapi kita harus mengeluarkan uang sejumlah puluhan ribu
2. Menggunakan koneksi Internet
Dengan menggunakan jaringan internet kita dapat bekerja lebih efisien karena yang terpenting adalah tetap tersambung ke dalam jaringan. Oleh karena itu, siap- siap menguras data yang banyak :")
Kali ini kita akan membahas bagian yang kedua yaitu memasukkan repository yang terhubung dengan internet
Cara Mensetting Repository
1. Buka virtual box dan pilih server yang mau dijalankan.
Lalu Klik bagian "setting"
2. Pilih Adapter 1 sebagai NAT (Network Address Translation) untuk menghubungkan komputer kedalam jaringan. Dan adapter 2 sebagai Host-only Adapter yang berguna untuk menghubungkan server (virtual yang kita buat) kepada client ( yaitu komputer fisik yang tersambung dengan server virtual)
3. Cara membuat host-only adapter yaitu klik bagian file, Lalu tekan tulisan "Host Network Manager"
4. Masukkan IP yang akan menjadi IP server kita. Contohnya gambar dibawah ini
5. Setelah itu klik "Apply" dan jalankan server debiannya, masuk sebagai super user dan masukkan perintah #nano /etc/network/interfaces
6. Masukkan IPnya di enp0s8 karena adapter2 yang kita setting adalah "host-only adapter" . Dan setting enp0s3 sebagai dhcp karena adapter1 tersambung dengan internet. Setelah itu klik "Ctrl+x" lalu tekan "Y" dan "enter"
7. Setelah itu kita restart dengan mengetikkan perintah
#/etc/init.d/networking restart
8. Selanjutnya kita lakukan pengetesan dengan cara ping IP server pada "CMD" dan ping ke google pada server debian
9. Setelah itu kita masukkan perintah #nano /etc/apt/sources.list
untuk memasukkan repository pada server kita, yang bisa kita lihat daftar repositorynya DISINI
10. Langkah selanjutnya yaitu memasukkan repository, hati-hati dalam penulisan karena salah 1 atau 2 huruf dapat menyebabkan kegagalan. Disarankan untuk menggunakan SSH (Secure Shell Connection) yang dapat meremote server dan tentu saja dapat melakukan copy paste repository juga. Tentu lebih mudah bukan?
11. Nah, kita masuk ke tahap terakhir yaitu uji coba. Dengan cara mengetikkan apapun yang ingin di download. #apt-get install bind9 untuk DNS.
Jika dapat berjalan itu artinya server kita sudah terhubung dengan repository yang terkoneksi melalui internet ^_^☺☺☺









0 komentar: