Jumat, 14 Agustus 2020

Konfigurasi FTP Server Debian 10

FTP


Berfungsi untuk tukar menukar file dalam suatu network menggunakan TCP. Secara default berada di port 21.

FTP Server terbagi menjadi 2 hal yaitu ;                                                                      a.  User Authentication LogIn (Password Protected)                                                    b.   Anonymous Login (Guest OK)

Baiklah kita mulai Instalasinya

Pertama, masukkan perintah untuk menginstalasi paket proftpd yaitu ketikkan     #apt-get install proftpd-basic Ini bersifat standalone.



Selanjutnya masuk kedalam konfigurasinya dengan perintah                                   #nano /etc/proftpd/proftpd.conf



Keterangan :
<Anonymous /fileftp>
Anonymous Itu artinya tidak membutuhkan password untuk mengaksesnya. Nah bagian /fileftp itu namanya bisa diganti dengan sesuka mu, karena itu sevagai nama filenya.
User
ini berguna sebagai identitas user tersebut. Saran saya lebih baik disamakan saja namanya dengan nama user debian anda
</Anonymous>
berfungsi sebagai penutup perintah 




Keterangan Perintah :
mkdir singkatan untuk make directories. Di Linux, mkdir adalah perintah yang berfungsi untuk membuat direktori (folder), jika direktori yang akan dibuat belum ada.

chmod adalah kepanjangan dari Change Mode merupakan sebuah perintah untuk memberi hak akses/permisions kepada pemilik, user biasa, dan non user.
>> 0 = Tidak ada hak akses
>> 1 = Hak akses untuk masuk dan mengeksekusi suatu data atau folder (direktori)
>> 2 = Hak akses untuk menulis/mengubah suatu data atau folder (direktori)
>> 4 = Hak akses untuk membaca suatu data atau folder (direktori)

cd adalah singkatan dari change directory yang digunakan untuk mengganti direktori aktif anda sekarang 

Sedangkan yang hendak saya lakukan dibawahnya yaitu membuat folder di sebuah direktori /fileftp



Perintah #passwd Berguna sebagai password ketika login.



Setelah kita mengkonfigurasi, lakukan restart dengan mengetikkan perintah #/etc/init.d/proftpd restart


Selanjutnya kita uji coba menggunakan browser, dengan mengetikkan     ftp://(ip kamu) lalu masukkan username dan passwordnya



ny Untuk memasukkan atau mengupload filenya, bisa menggunakan filezilla yang bisa di download DISINI

Jika sudah diinstall, masukkan host yaitu IP kamu, username mu, lalu password yang telah kita buat. Lalu klik Quickconnect.



EH KOK AKU GABISA?!!!!
Eitssss tenang kawan, biasanya yang gagal itu ada kesalah pada directory /etc/hosts cara melihatnya yaitu ketikkan perintah #nano /etc/hosts

Jika namanya tidak sesuai dengan nama FTP Server kamu, bisa jadi server bingung dalam menjalankan perintah

HAppy Trying
Jika dapat menjalankan  FTP Server, Selamat kita telah berhasil.
Jangan lupa di share yaa  ^_^☺☺☺

Rabu, 05 Agustus 2020

Konfigurasi DNS pada Debian 10 Lengkapp

Domain Name System (DNS) Server adalah sebuah layanan aplikasi yang menerjemahkan nama domain menjadi IP address atau sebaliknya. 

DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke jaringan baik intranet maupun internet seperti web browser dan e-mail, Dimana DNS membantu memetakan hostname sebuah komputer menjadi IP address.


Instalasi DNS Server Debian 10 Buster


Setelah mengikuti pembahasan sebelumnya yaitu mengatur IP dan membuat REPOSITORY, selanjutnya kita bisa menginstall DNS Server Sebelum itu, 
kita update terlebih dahulu repositorynya. 


1.)    Update merupakan pembaharuan yang dirancang untuk memperbaiki masalah dengan memperbaharui sebuah program komputer atau menambah data pendukung, termasuk juga memperbaiki kelemahan-kelemahan (bug) dan meningkatkan kegunaan atau kinerjanya. Dengan mengetikkan perintah       #apt-get update 

Lalu jangan lupa juga untuk diupgrade supaya Paket yang terinstall akan di-upgrade dengan versi terbaru yang tersedia. Dengan cara mengetikkan perintah 
#apt-get upgrade




2.)    Setelah itu ketikkan perintah #apt-get install bind9 untuk menginstall paket DNSnya




3.)    Setelah menginstall, kita masuk ke directory /etc/bind dengan mengetikkan perintah #cd /etc/bind Semua file konfigurasi bind9 ada di dalam direktori tersebut. cd berarti "change directory" dan lihat isi file di dalamnya menggunakan perintah #ls




4.)    Kita salin db.127 yang merupakan file reverse (mentranslasikan IP ke domain), ke dalam nama file yang kamu inginkan dengan cara #cp db.127 reverse yang artinya menyalin file db.127 ke dalam file bernama reverse.
Salin juga db.local yang merupakan file forward (mentranslasikan domain ke IP), ke dalam nama file yang kamu inginkan dengan cara #cp db.local forward yang artinya menyalin file db.local ke dalam file bernama forward.




5.)    Berikutnya kita akan mengkonfigurasi file named.conf.local yang berfungsi untuk redirect DNS. Dengan cara mengetikkan perintah #nano named.conf.local karena kita mengedit menggunakan aplikasi nano. Masukkan nama domain kamu pada file forward. Masukkan IP kamu tapi dalam keadaan terbalik.
semisal : 192.168.22.53 menjadi 22.168.192
Lalu 53 nya nanti akan di masukkan di file forward  nantinya.




6.)    Konfigurasi selanjutnya yaitu file reverse yang sudah kita salin tadi. untuk konfigurasi ketikkan perintah #nano reverse. Edit penulisan bagian localhost menjadi nama domain kamu dan jangan lupa untuk mengakhirinya dengan titik (.) PTR merupakan suatu metode untuk memetakan suatu IP Address ke suatu sub domain. NS adalah untuk melakukan identifikasi pengguna komputer dalam suatu jaringan yang telah terhubung.




7.)    Setelah reverse, kita konfigurasi file forwardnya nih dengan perintah #nano forward yang salinan dari db.local. 
A memetakan hostname ke IP adress 32-bit (IPv4). 
CNAME membuat nama alias dari sebuah domain. 
NS memetakan domain ke dalam satu daftar dari DNS Server.




8.)    Konfigurasi selanjutnya yang kita lakukan adalah pada file named.conf.options dan kita akan mengeditnya menggunakan nano. Maka perintahnya adalah 
#nano named.conf.options untuk menambahkan DNS Forward, disini saya gunakan DNS public dari google saja.




9.)    DNS server sangat berkaitan dengan penamaan server oleh karena itu dibutuhkan konfigurasi nameserver dan hostname. Ketikkan perintah 
#nano /etc/resolv.conf lalu masukkan pencarian nama domain kamu dan IP Server




10.)    Alamat IP yang digunakan adalah 192.168.22.53, oleh karena itu rubahlah alamat IP dalam konfigurasi IP address. Hostname juga diperlukan dengan menggunakan perintah #nano /etc/hosts pada bagian samping domain kamu, beri nama pada super user mu



11.)    Setelah semua konfigurasi telah selesai. Ketikkan perintah 
#apt-get install bind9 dnsutils supaya kita dapat mengecek keberhasilan DNS menggunakan nslookup



12.)    Nah, kita masuk ke bagian yang terakhir yaitu Pengujian dan Hasil pada bagian server terlebih dahulu dengan cara nslookup nama domain dan IP mu.




13.)    Setelah berhasil kita lakukan pengujian pada client yaitu di windows, pada bagian CMD. Tetapi sebelum itu masukkan DNS mu pada  adapter setting




14.)    Ketikkan perintah yang sama pada cmd yaitu nslookup nama domain dan IP server



Jika dapat berjalan itu artinya DNS server kita sudah berhasil kita install  ^_^☺☺☺

Minggu, 26 Juli 2020

Daftar Repository Debian 10 Lokal


Pilihlah Repository yang paling dekat dengan daerah mu yaaaaa!!
Karena semakin dekat mirrornya, semakin cepat pula kita mengaksesnyaa


Kambing UI

deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ buster main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ buster-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ buster/updates main contrib non-free

Kebo VLSM

deb http://kebo.vlsm.org/debian/ buster main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ buster-updates main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ buster/updates main contrib non-free

Data Utama Surabaya

deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ buster main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ buster-updates main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ buster/updates main contrib non-free

Mirror UNEJ

deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ buster main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ buster-updates main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ buster/updates main contrib non-free

Setelah itu kamu bisa mempelajari cara mensetting repository di debian 10 Disini

Pengertian dan Cara Setting Repository Debian 10

Pengertian 

Repository  adalah sekumpulan atau penyimpanan paket-paket aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi yang digunakan untuk menunjang kinerja dari sebuah aplikasi, program, dan sebagainya yang didapatkan dari Server Mirror website paket-paket tersebut dapat diakses melalui internet maupun DVD. Daftar Repository debian 10 di Indonesia sebagai BERIKUT


Apa itu mirror? Miror adalah suatu duplikat dari suatu situs yang ditempatkan pada server yang berbeda dengan server aslinya. Fungsi mirror site ini, adalah untuk mengurangi lalu lintas data pada suatu situs.

Contohnya jika kita mendownload sebuah file atau aplikasi yang servernya berada di luar negeri, tentu akan sangat lama dalam mendownloadnya bukan? Oleh karena itu, dibuatlah sebuah mirror situs yang berada dalam negeri.Jadi semakin dekatlah kita berlalu lintas dalam situs luar negeri (contoh: FB) dan pastinya lebih cepat juga dalam mendownload, upload dsb.



Terdapat 2 cara dalam menambahkan repository yaitu :
     1. Menggunakan DVD
Dalam menggunakan DVD kita tidak perlu tersambung ke Internet, karena semua kumpulan paket- paket aplikasi terdapat di dalam DVD. Akan tetapi kita harus mengeluarkan uang sejumlah puluhan ribu

     2. Menggunakan koneksi Internet
Dengan menggunakan jaringan internet kita dapat bekerja lebih efisien karena yang terpenting adalah tetap tersambung ke dalam jaringan. Oleh karena itu, siap- siap menguras data yang banyak :")

Kali ini kita akan membahas bagian yang kedua yaitu memasukkan repository yang terhubung dengan internet

Cara Mensetting Repository


1. Buka virtual box dan pilih server yang mau dijalankan.
Lalu Klik bagian "setting"


2. Pilih Adapter 1 sebagai NAT (Network Address Translation) untuk menghubungkan komputer kedalam jaringan. Dan adapter 2 sebagai Host-only Adapter yang berguna untuk menghubungkan server (virtual yang kita buat) kepada client ( yaitu komputer fisik yang tersambung dengan server virtual)



3. Cara membuat host-only adapter yaitu klik bagian file, Lalu tekan tulisan "Host Network Manager" 


4. Masukkan IP yang akan menjadi IP server kita. Contohnya gambar dibawah ini


 5. Setelah itu klik "Apply" dan jalankan server debiannya, masuk sebagai super user dan masukkan perintah #nano /etc/network/interfaces

 6. Masukkan IPnya di enp0s8 karena adapter2 yang kita setting adalah "host-only adapter" . Dan setting enp0s3 sebagai dhcp karena adapter1 tersambung dengan internet. Setelah itu klik "Ctrl+x" lalu tekan "Y" dan "enter"




7. Setelah itu kita restart dengan mengetikkan perintah 
#/etc/init.d/networking restart


8. Selanjutnya kita lakukan pengetesan dengan cara ping IP server pada "CMD" dan ping ke google pada server debian



9. Setelah itu kita masukkan perintah #nano /etc/apt/sources.list 
untuk memasukkan repository pada server kita, yang bisa kita lihat daftar repositorynya DISINI


10. Langkah selanjutnya yaitu memasukkan repository, hati-hati dalam penulisan karena salah 1 atau 2 huruf dapat menyebabkan kegagalan. Disarankan untuk menggunakan SSH (Secure Shell Connection) yang dapat meremote server dan tentu saja dapat melakukan copy paste repository juga. Tentu lebih mudah bukan?


11. Nah, kita masuk ke tahap terakhir yaitu uji coba. Dengan cara mengetikkan apapun yang ingin di download. #apt-get install bind9 untuk DNS. 

Jika dapat berjalan itu artinya server kita sudah terhubung dengan repository yang terkoneksi melalui internet ^_^☺☺☺